Bidang Pemeliharaan FKUB JATIM
Saya sangat tertarik sekali dengan berendam. Ketika di tanah air tentu pemandian air panas di Songgoriti, Cangar, bahkan di Jawa Tengah seperti Diwak, Derekan, Gedong Songo, Nglimut Gonoharjo, Baturraden, Candi Umbul, Guci dan Jawa Barat pernah saya datangi Ciater, Cimanggu, Kampung Cai, Maribaya, dll.
Memang menarik mandi di alam terbuka sambil menikmati pemandangan yang indah. Bahkan ketika di Bali, ada juga pemandian air panas di daerah Kintamani. Seingat saya namanya Lake View, daerahnya sangat terpencil dan dikelilingi bukit dan pohon yang rindang. Di sana disediakan perkemahan di alam terbuka. Kita bisa mandi sambil menikmati jus terong Belanda. Ketika sore menjelang malam tentu semakin romantis dan memberi kesan tersendiri.
Ketika kita tiba di negara Sakura, tentu hal yang sering ditawarkan adalah mandi di Onsen. Bayangan saya tentu sama ketika mandi air panas di tanah air dengan di negara Sakura. Maka ketika ada penawaran tersebut saya langsung menyetujuinya.
Jepang memiliki banyak gunung vulkanik sebagai pemasok air panas lebih dari 20.000 onsen (pemandian air panas). Apa yang membedakan mandi air panas di tanah air dengan di Jepang? Di Indonesia kita mandi dengan memakai baju renang atau baju apa saja. Beda sekali dengan di Jepang. Ketika saya di Hokaido, sebelum mandi air panas. Kita makan jamur panggang yang sungguh enak sekali. Saya belum pernah makan jamur seperti itu. Dengan memakai baju kebesaran menikmati sajian menu yang harus disantap habis. Setelah itu kita diberi handuk kecil buat masuk ke tempat basuh badan. Jadi kita mandi dulu di sana, sampai bersih baru diperbolehkan masuk kolam dalam kondisi telanjang bulat. Sungguh ini agak canggung dan gak terbiasa.
Terlepas dari tradisi dan kebiasaan mandi Onsen tentu orang Jepang suka rileks di kolam sambil menikmati khasiat air belerang yang bisa membuat badan kembali fresh. Di sanalah tempat merenung, tempat rileks, melepaskan segala beban kehidupan, mencari inspirasi dan kadang mengoreksi diri. Ini benar-benar telanjang seperti lagu Ebiet GAD — Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih, suci lahir dan di dalam batin.
Seperti dalam Tempayan (bak mandi) Raja Tong, ribuan tahun ada tulisan yang setiap raja mandi telanjang dibacanya setiap hari. Jikalau kau dapat memperbaharui diri, perbaharuilah setiap hari dan jaga agar baru selamanya.
Tulisan sederhana tersebut mengikatkan dan selalu mengingatkan sepanjang hari agar hari ini lebih baik daripada hari kemarin serta hari yang akan datang harus lebih baik daripada hari ini.
Kita semua sadar bahwa seperti mandi Onsen itulah jiwa kita, hati kita dan raga kita agar kita selalu bersih dari segala debu, bersih pikiran kita, bersih tindakan kita serta ucapan kita. Karena hidup ini tidak memiliki apa apa, kita telanjang dan tidak ada sehelai kainpun yang bisa menutup tubuh kita. Semua yang ada didunia ini hanya sekedar titipan dari yang Maha Kuasa.
Perbuatan jelek kita akan kelihatan dan tidak bisa disembunyikan seperti sepuluh tangan menunjuk dan sepuluh mata melihat dan sesungguhnya kita bisa melakukannya mandi seperti mandi Onsen sehingga kita menjadi manusia baru.

