Selamat Datang di Website resmi Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Timur

Wawancara


Indonesia memiliki 6 agama besar yang dianut oleh masyarakatnya. Keberagaman ini hidup saling berdampingan dalam masyarakat kita. Namun, tidak sedikit dari keberagaman ini timbul gesekan-gesekan yang tidak bisa dihindari. Untuk itu, kesadaran akan sikap moderat perlu dibangun bagi masyarakat kita. Untuk memahami lebih lanjut mengenai moderasi agama, berikut wawancara bersama Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI dan Guru Besar pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya.

1. Indonesia memiliki 6 agama besar yang dianut oleh bangsa ini sehingga diperlukan sikap yang moderat pada masyarakat. Menurut Prof, apakah hakikat dari moderasi beragama?

Moderasi beragama adalah sebuah pemahaman tentang agama yang bersifat moderat, yang artinya selalu menghindari perilaku yang ekstrem. Dalam konteks beragama, moderasi berarti memahami agama tidak secara ekstrem baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri ini. Sikap ekstrem ini seperti menganggap hanya agama yang diyakininya sebagai agama yang benar dan yang lain dianggap salah. Ia hanya memahami agama secara monotafsir, di mana tafsir agama yang benar hanya tafsir agama yg dianut saja. Memahami agama hanya dari teks tanpa melihat konteks. Jika kita memahami agama dengan tidak ekstrem itu yang disebut moderat.

2. Menurut Prof. apa saja poin poin penting yang harus ditekankan dalam memperkuat moderasi beragama?

Bahwa kita harus terus-menerus mengembangkan komitmen kebangsaan. Karena komitmen kebangsaan itu adalah gerakan yang mendasar karena kita beragama dan kita di Indonesia, maka kita komitmen pada Indonesia dan harus ditingkatkan. Menghargai terhadap budaya yang ada di Indonesia. Dan yang terpenting adalah toleransi, kita memberikan toleransi kepada orang untuk hidup yang berbeda dengan kita contohnya orang yang berbeda agama dengan agama kita sendiri.

3. Jadi, siapa yang harus mengawali moderasi beragama ini, Prof?

Semua masyarakat Indonesia, moderasi beragama itu milik kita jadi bekerja sama dengan pemerintah. Kemudian juga pimpinan pimpinan Organisasi ini harus bekerja sama.

4. Bagaimana menempatkan moderasi beragama dalam konteks kenegaraan Indonesia?

Berpikir moderat dalam masyarakat Indonesia itu artinya kita harus berpikir bahwa kita hidup di negara Indonesia. Apabila kita tinggal di Indonesia maka perhatikan 4 konsensus kebangsaan, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, menghargai budaya lokal, dan anti kekerasan. Dengan mengikuti tersebut kita bisa jadi umat beragama di Indonesia.

5. Apa batasannya bahwa suatu pemahaman dan pengalaman keagamaan sudah bisa di nilai berlebihan?

Ketika ia menganggap dia sendiri benar, orang lain salah. Kan ada yang diyakini benar dan diyakini tidak berubah.
Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...