Seperti kita pahami bersama, upaya menjaga kerukunan umat beragama merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda-pemudi. Kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Terlebih jika daerah yang ditinggali memiliki keragaman dalam aspek agama, seperti di Kabupaten Pasuruan. Pemuda-pemudi yang tergabung dalam organisasi Forkugama (Forum Kerukunan Umat Beragama) di Kabupaten Pasuruan telah menggelar acara Jambore Kemah Bhakti Pemuda Lintas Agama. Kegiatan ini diikuti pemuda dari lintas agama dan organisasi kepemudaan di seluruh Kabupaten Pasuruan. Agenda Jambore Kemah Bhakti Pemuda Lintas Agama ini mengusung tema "Menyatukan Keberagaman untuk Kemaslahatan". Adanya kegiatan ini ditujukan sebagai upaya pemuda lintas agama membuktikan kerukunan yang terjadi di Kabupaten Pasuruan. Selain itu juga menunjukkan bahwa meskipun di Kabupaten Pasuruan terdapat beberapa agama yang berbeda, namun masyarakat tetap damai dan sejahtera.
"Acara ini penting untuk membuktikan bahwa pemuda lintas agama juga dapat berkontribusi dalam mewujudkan hidup rukun, damai, dan sejahtera" ungkap Naufal ketua Forkugama Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16-18 Juni 2022 di Lapangan Ledok, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Agama RI, Bapak Yaqut Cholil. Kegiatan ini juga diisi dengan berbagai acara meliputi wawasan kebangsaan, bhakti sosial, pagelaran seni dan budaya, dan sholawat bersama Habib Syekh.Dengan adanya kegiatan ini sekaligus mengekspos bahwa pemuda lintas agama di Kabupaten Pasuruan bernegara satu, berbhineka, dan bersatu padu untuk menyatukan keberagaman. Untuk mewujudkan semua itu pemuda di Kabupaten Pasuruan berkomitmen hidup damai dan rukun di tengah-tengah keragaman. Untuk mengajarkan kerukunan keberagaman selanjutnya, Forkugama akan meneruskan kegiatan semacam workshop kerukunan kepada pelajar-pelajar yang ada di sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta. Gerakan ini penting untuk memperluas jangkauan kegiatan yang diikuti kelompok lintas agama.
Untuk diketahui, Forkugama terdiri atas pemuda dari mahasiswa, pelajar, alumni-alumni Pendidikan menengah dan Pendidikan tinggi. Pengurus Forkugama ada 20 orang dari berbagai agama meliputi agama Islam, Hindu, dan Kristen. "Setiap bulan Forkugama mengadakan pertemuan rutin dengan agenda membahas projek ke depan atau konflik-konflik yang dirasa perlu dibantu dalam upaya penyelesaiannya. Semoga kegiatan ini dapat dilakukan secara berkala pada tiap tahunnya," harap Sjaiful Anam.

