Bendahara FKUB JATIM
Di tengah kesibukan penyelenggaraan acara nasional Jambore Kebangsaan Organisasi Kepemudaan, Muhammad Irsyad Yusuf, Bupati Pasuruan, masih sempat menyampaikan pikiran-pikirannya dalam merespon tantangan kehidupan yang sering diwarnai dengan keragaman atau kemajemukan. Berikut pokok pikiran yang disampaikan pada Nurul Lathifah, Bendahara FKUB Jawa Timur.
Menurut Bupati Pasuruan, untuk merekatkan kerukunan antar umat beragama, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Jambore Kebangsaan Organisasi Kepemudaan. Pada tanggal 16-18 Juni 2022 di Lapangan Desa Ledok, Kecamatan Tosari diadakan acara Jambore Kemah Bakti Pemuda Lintas Agama. Acara ini diikuti berbagai macam organisasi lintas agama seperti Banser, Pemuda Tionghoa, Gusdurian, Pecalang, Pramuka dan beberapa organisasi masyarakat.
Total peserta berjumlah 100 orang dari berbagai macam organisasi yang dicampur dan dibagi menjadi 5 kelompok kecil berdasarkan nama suku di Indonesia. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), Kepala Perangkat Daerah, Camat, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), dan Tokoh Masyarakat turut hadir meramaikan acara tersebut. Acara dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia.
Dalam acara ini, para peserta melakukan kegiatan bersama-sama mulai dari anjangsana, membersihkan rumah ibadah di wilayah sekitar, dan membagikan paket sembako untuk masyarakat yang membutuhkan. Dengan adanya acara ini diharapkan para pemuda dari lintas agama dapat berbaur. Harapannya mereka dapat berbaur dan menyatukan keberagaman untuk mencapai kemaslahatan. Kita berharap meskipun berbeda-beda, bermacam-macam tapi kita ingin memberikan manfaat untuk masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Saya juga berharap besar terhadap Kecamatan Tosari yang baru-baru ini diresmikan sebagai Kecamatan Bhineka Tunggal Ika. "Harapannya Kecamatan Tosari ini menjadi miniatur toleransi, miniatur keberagaman di Indonesia ini." Toleransi di Kecamatan Tosari sangat luar biasa. Semua itu penting untuk mencapai kemakmuran dan kemaslahatan Kabupaten Pasuruan. Kecamatan Tosari sebagai kecamatan Bhineka Tunggal Ika. Selain itu, Kabupaten Pasuruan juga menghibahkan 6 hektar tanah untuk pembangunan MI Insan Cendekia.
Salah satu desa di kecamatan Tosari yakni Desa Ngadiwono mendapatkan predikat Desa Sadar Kerukunan. Fakta unik lainnya mengenai kerukunan umat beragama di Kabupaten Pasuruan, yaitu terdapat masjid yang berdampingan dengan pura. Hingga kini masjid tersebut dikenal dengan Masjid Pancasila. Para peserta berkomitmen penuh untuk menjaga kerukunan lintas umat beragama di Kabupaten Pasuruan. Oleh karena itu, mereka mengikrarkan sebuah janji dalam bentuk Deklarasi Pemuda Lintas Umat Beragama Kabupaten Pasuruan. Deklarasi tersebut berbunyi:
"Kami Pemuda lintas Agama Kabupaten Pasuruan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan persatuan untuk meneguhkan kebersamaan dalam membangun kabupaten Pasuruan yang aman dan damai. Kami Pemuda lintas Agama Kabupaten Pasuruan menolak segala bentuk intimidasi kekerasan atas nama agama atau kelompok agama atau kelompok yang lain bersepakat mengamankan dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila dan undang-undang dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan negara kesatuan Republik Indonesia. Kami Pemuda lintas Agama Kabupaten Pasuruan berjanji dan bersungguh-sungguh menjaga kerukunan dan perdamaian yang abadi untuk nilai-nilai kerukunan dan peradaban bangsa serta mendukung pemerintah dan seluruh aparat negara serta elemen bangsa dalam upaya kongkrit dalam meneguhkan pancasila sebagai ideologi negara demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia."
Oleh sebab itu, dengan adanya fakta keberagaman yang ada di tengah-tengah masyarakaat, saya berharap pemuda lintas agama dapat menyatu demi kemaslahatan umat di negeri ini. Demikian penegasan Muhammad Irsyad Yusuf, Bupati Pasuruan.

