Selamat Datang di Website resmi Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Timur

MODERASI BERAGAMA: “Jangan Lelah Mencintai Indonesia"

Nurul Lathifah
Bendahara FKUB JATIM 

Ditengah kesibukan mengikuti rangkaian acara pembukaan “Jambore Kemah Bakti Pemuda Lintas Agama,” Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama Republik Indonesia, atau yang akrab disapa Gus Menteri, masih menyempatkan diri untuk menyampaikan beberapa pandangannya tentang moderasi beragama.

Acara Jambore ini dilaksanakan pada 16-18 Juni 2022 di Lapangan Desa Ledok, Kecamatan Tosari, Kab. Pasuruan. Berikut pokok-pokok pikiran Gus Menteri yang dilaporkan Nurul Lathifah, Bendahara FKUB Jawa Timur, yang hadir secara langsung dalam acara tersebut.




Pada acara Jambore itu Gus Menteri menegaskan bahwa kebersamaan di tengah banyaknya perbedaan harus dilanjutkan dan dikembangkan. Dengan begitu, maka Indonesia di masa yang akan datang akan tetap baik-baik saja. Tatanegara bernama Indonesia ini memiliki ciri kodrati, majemuk dan bhineka dengan keragaman budaya yang dimiliki. Baik itu berupa agama, suku, bangsa, maupun perbedaan-perbedaan lainnya.
Jika tidak ada perbedaan-perbedaan tersebut, maka tidak akan pernah ada negara Indonesia. Indonesia bisa kuat dan merdeka karena kaya akan perbedaan-perbedaan. Negeri tercinta memiliki lebih dari 17 ribu pulau besar dan kecil, serta enam agama yang diafirmasi oleh negara. Ditambah dengan ratusan agama lokal yang diakui oleh negara serta ratusan suku bangsa dan bahasa yang ada di Indonesia.

Jika ada kelompok-kelompok yang menolak perbedaan, maka hal itu berarti mereka sedang membunuh Indonesia. Mereka berkeliling ke segala penjuru dengan menawarkan konsep khilafah, konsep negara Islam, konsep yang tidak menghargai perbedaan-perbedaan. Kelompok-kelompok tersebut hanya menginginkan Indonesia bubar. Jika ada kelompok semacam yang menawarkan bentuk negara yang lain, maka saya berharap besar kepada para pemuda dari berbagai lintas agama untuk membantu mengatasinya.

“Saya minta sahabat-sahabat, kawan-kawan semua berada di garda terdepan untuk melawan mereka. Jangan pasrahkan kelompok-kelompok ini kepada kelompok tertentu saja. Jika ada kejadian semacam ini, semua harus ikut bersama-sama menghalau mereka. Karena Indonesia bukan hanya milik kelompok tertentu, Indonesia milik Kokam, milik pemuda Katholik, termasuk milik pemuda Tionghoa, dan milik semuanya. Jangan biarkan kelompok tertentu ini sendirian melawan kelompok-kelompok yang menginginkan bentuk negara lain selain NKRI,” tegas Gus Menteri.

Negara Indonesia merupakan negara milik bersama, milik semua agama. Tidak akan pernah ada Indonesia jika tidak ada Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, dan Katholik. Jika ada yang mengganggu keragaman negeri ini, maka itu merupakan kewajiban bagi pemuda-pemuda di seluruh Indonesia untuk menjaga seperti yang dulu diinginkan para pendiri bangsa. Jika keyakinan ini dipegang oleh semua pemuda lintas agama, maka Indonesia akan baik-baik saja hingga kapanpun.
Acara perkumpulan pemuda lintas agama ini perlu diselenggarakan dalam skala yang lebih besar. Dimulai dari tingkat kabupaten/kota, lalu provinsi Jawa Timur, hingga akhirnya seluruh pemuda Indonesia akan berkumpul dan mendeklarasikan bahwa Indonesia adalah bentuk negara yang final. Tidak boleh ada negara lain dan kelompok lain yang mengusahakan bentuk lain di luar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jika ada kelompok semacam itu, maka pemuda dari berbagai macam latar belakang ini yang akan menghadapinya bersama.

Karena itu, pesan saya; “Jangan lelah mencintai Indonesia!” Semua bentuk kerukunan dan toleransi perlu dijadikan teladan bagi seluruh rakyat Indonesia agar Indonesia aman, damai, dan sejahtera.

Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...