Selamat Datang di Website resmi Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Timur

Teladan Nabi Muhammad DALAM MODERASI BERAGAMA


Dr. Kasno Sudaryanto M.Ag

Bidang Pendirian Rumah Ibadah FKUB JATIM

Islam dikenal sebagai agama yang mendidik umatnya melalui ajaran-ajaran sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad shallahu 'alaihi wasallam. Tidak hanya tata cara beribadah, tuntunan Nabi Muhammad meliputi seluruh aktivitas kehidupan. Bukan hanya dalam dalam tata cara berpolitik dan bernegara, tetapi meliputi seluruh segi kehidupan nyata: baik sehari-hari dalam mengelola rumah tangga, bercocok tanam, tata cara makan dan minum, pergaulan dengan tetangga dan sesama, sampai dalam menerima tamu dari negara lain.

Bukan hanya tata cara menerima tamu antar negara, melainkan juga tamu dari agama lainnya. Semua tata cara itu diteladankan Nabi Muhammad sebagai sebuah contoh bagi kehidupan umat Islam periode awal.

Ketika menerima tamu dari agama lain dan luar negeri, Nabi Muhammad memberikan teladan sebagai berikut:

Pertama, ketika Rasulullah menerima utusan orang Yahudi di Madinah. Dalam kesempatan itu Rasulullah menerima dengan segala hormat dan memberi kebebasan dalam beribadah sesuai agamanya. Di samping itu, mereka diberikan kesempatan untuk mendirikan sebuah sekolah yang kemudian diberi nama "Baitul Midros". Sungguh amat moderat dan penghargaan yang fantastik dalam kehidupan demokratis pada masa itu.

Kedua, Rasulullah menerima tamu utusan orang Kristen dari Mesir. Mereka utusan Gereja "Bukit Sinai" Mesir. Mereka sangat dihormati Nabi Muhammad. Bahkan, mereka diabadikan sampai saat ini. Dalam pesannya Rasulullah menyampaikan pesan pada umat Islam; "Kita akan melindungi umatnya, siapa mereka itu, siapa saja dan sebagai apa".

Ketiga, ketika Rasulullah kedatangan tamu rombongan orang Kristen dari Yaman sebanyak 60 orang. Mereka diberi kesempatan Nabi untuk beribadah. Bahkan, Rasulullah berkata; "Mereka dilindungi dan mereka bebas melakukan hidup, tidak akan diganggu sama sekali".

Keempat, ketika Rasulullah mendapat undangan untuk pertemuan, maka beliau menunjuk duta yang juga seorang non-Muslim bernama Amr bin Umayah. Ini menunjukkan keterbukaan Nabi Muhammad terhadap kelompok agama lain.

Demikian beberapa teladan pergaulan yang diajarkan Rasulullah. Contoh-contoh ini menggambarkan moderasi beragama pada saat Rasulullah di Madinah. Tentu masih banyak model moderasi beragama di era Rasulullah. Banyak peristiwa yang dicontohkan Rasulullah di zamannya. Zaman sekarang ini semakin maju dan berkembang. Tentu kita banyak berhadapan dengan kenyataandan menuntut hidup dengan berprinsip pada moderasi beragama.

Sebagai agama wahyu, Islam memiliki dua ajaran esensial, yaitu doktrin dan metode. Doktrin merupakan sesuatu yang membedakan antara yang mutlak dan nisbi, antara kenyataan dan khayalan, antara nilai yang mutlak dan nilai yang nisbi. Sementara metode adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sehingga kita bisa hidup sesuai ajaran Allah dan teladan Rasulullah.

Sebagai agama universal, Islam mengajarkan semangat moral dan ide-ide keadilan sosial dan ekonomi. Al-Qur'an memerintahkan kepada umatnya melaksanakan prinsip-prinsip keadilan sosial dalam seluruh kehidupan. Kitab suci Al-Qur'an memiliki ketentuan yang jelas mengenai keadilan sosial. Allah berfirman; "Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat adil dan kebajikan, memberi kepada kerabat, dan melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan penindasan (Q.S. 16: 90 dan Q.S. 4:135; Q.S. 7: 28-2). Ayat-ayat ini menegaskan bahwa keadilan merupakan konsep yang sangat luas cakupannya. Keadilan berkaitan dengan hampir seluruh kehidupan: sosial, ekonomi, politik, bahkan kehidupan spiritual.

Prinsip keadilan sosial itu menjadikan perkembangan Islam sangat pesat. Perjalanan sejarah umat Islam yang amat cepat dan menakjubkan menurut L. Stoddart merupakan pengakuan dunia yang obyektif. Itu karena Islam merupakan ajaran yang mampu memberi semangat untuk melakukan ekspansi dengan landasan suci. Ajaran tauhid yang dipadu dengan semangat bangsa Arab telah menginspirasi dunia sehingga lahir kekuatan dunia yang murni berdasarkan ajaran dan bukan karena kekuasaan.

Digambarkan bahwa bangkitnya Islam merupakan suatu peristiwa paling menakjubkan dalam sejarah perdaban umat manusia. Dalam kurun waktu satu abad saja, dari gurun pasir tandus dan suku bangsa terbelakang, Islam telah tersebar di hampir separuh dunia. Islam berkembang tidak didukung oleh kekuatan raja-raja raksasa, tetapi lahir di gurun tandus, dengan penduduk sedikit dari kalangan pengembara, tidak punya kedudukan dan tempat dalam sejarah. Tetapi kemudian dengan cepat Islam berkembang ke segala penjuru dunia.

Tidak sampai dua abad dari kelahirannya, bendera Islam berkibar antara pegunungan Pyrenia dan Himalaya, antara padang pasir tengah Asia sampai padang pasir di benua Afrika. Faktor-faktor yang paling mendasar mempengaruhi perkembangan itu antara lain watak orang Arab sendiri, hakekat ajaran Nabi Muhammad, dan keadaan umum di Timur saat kelahiran Islam. Di atas itu semua, faktanya Islam disebarkan dengan damai dan terhormat, sebagaimana diteladankan Nabi Muhammad dan para sahabat. Nabi Muhammad mengajarkan Islam yang moderat bukan hanya dalam doktrin, melainkan juga melalui praktek kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara.

Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...