Oleh Yefta Hadi Sugianto
Bidang Pendirian Rumah Ibadat FKUB Jawa Timur
Pada bulan Mei 2023, saya mendapatkan kesempatan untuk pergi ke kota Gold Coast dan Brisbane di Australia untuk berobat dan mengunjungi putra saya. Selama 1,5 bulan, saya tinggal di sana, mengamati cara hidup lokal, mendengarkan banyak cerita dari penduduk lokal, dan mendapatkan banyak hal yang berkesan khususnya tentang bagaimana hidup di dalam keragaman.
Australia dikenal sebagai salah satu negara di dunia yang memiliki multikultural yang kuat dan negara dengan jumlah imigran tertinggi di dunia. Dengan jumlah penduduk yang lebih kecil dari Indonesia (hanya sekitar 25 juta orang), Australia memiliki kekayaan akan bahasa, budaya, agama, dan latar belakang akibat tingkat imigrasi yang tinggi. Lebih dari 270 grup etnis dan lebih dari 250 bahasa termasuk bahasa local tumbuh dan berkembang di Australia.
Keberagaman inilah yang saya lihat dan rasakan ketika pertama kali tiba di sana. Masih teringat dalam ingatan saya ketika saya duduk di balai kota, saya mendengar banyak bahasa yang diucapkan orang dan melihat ragam pakaian budaya mereka. Beberapa di antaranya mengenakan pakaian dan aksesoris dari negara mereka. Memang terasa cukup asing bagi saya. Namun, sungguh indah melihat kondisi keberagaman yang penuh kedamaian di Negeri Kanguru ini.
Walau banyak perbedaan, sikap toleransi dan menghargai antar individu, umat beragama, dan etnis bisa dilihat dan dirasakan jelas dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, suasana itu begitu terasa bagi seseorang yang baru pertama kali di sana. Dalam keterbatasan saya akan bahasa dan fisik, saya bisa merasakan sambutan yang hangat dari penduduk lokal. Tak jarang mereka menawarkan bantuan sederhana seperti membantu mengambil foto saya dan keluarga, membukakan pintu, menawarkan kursi duduk di kereta, sikap teratur dalam antrian, bahkan sabar mendengarkan penjelasan saya.
Walau dikenal sebagai negara dengan sikap individualis yang tinggi, mereka menghargai hak privasi tiap orang dan berusaha untuk tidak terlibat dalam urusan orang lain. Menanyakan tempat tinggal, agama atau pekerjaan seseorang adalah topik-topik yang sensitif untuk dibicarakan dan harus dihindari dalam sebuah percakapan. Saya melihat ini sebagai salah satu tindakan untuk belajar menghargai perbedaan. Di dalam keberagaman ini, tiap individu berhak untuk berekspresi, bersuara dan tidak memaksa kehendak atau prinsip kepada orang lain.
Terlihat jelas bagi saya, setiap orang boleh beribadah sesuai kepercayaan mereka, tanpa takut diganggu oleh pihak lain. Saya mendapatkan cerita bahwa kita boleh melaporkan ke polisi jika tetangga kita membuat keributan karena mengganggu kepentingan umum. Tak heran jika ketenangan hidup terasa kuat di sini.
Peran pemerintah untuk melayani masyarakat yang beragam. Keharmonisan masyarakat takkan lepas dari peran dan dukungan pemerintah. Pemerintah terlihat berperan aktif untuk menyediakan fasilitas-fasilitas umum bagi masyarakat tanpa memandang latar belakang mereka. Walau rasio pajak di Australia jauh lebih besar daripada Indonesia, pengelolaan pajak terlihat nyata dan dapat dirasakan oleh tiap individu - mulai dari infrastruktur yang terjaga, transportasi umum yang aman dan nyaman, akses kesehatan yang mudah, serta taman bermain, BBQ, dan taman kota terlihat merata di tiap wilayah.
Bahkan, masyarakat bisa menikmati tempat wisata umum (seperti pantai), dan jalan tol (mayoritas) tanpa harus membayar. Dalam kontek pekerjaan, hak tiap individu untuk bekerja juga sangat dijaga. Menurut pengalaman keluarga dan rekan saya di sini, menanyakan agama adalah hal yang sensitif untuk ditanyakan dalam wawancara dan seleksi pekerjaan. Hal ini bertujuan agar tiap individu mempunyai kesempatan bekerja yang sama dan menjaga perusahaan untuk mengambil keputusan yang bias.
Perhatian khusus terhadap kaum minoritas juga dapat dilihat. Menurut pengalaman dari keluarga saya yang bekerja di lembaga pendidikan, mereka membuka rapat atau kegiatan konferensi dengan memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap penduduk asli mereka. Tidak sedikit juga jumlah beasiswa diberikan khusus untuk penduduk asli (yaitu Aborigin) dan kaum wanita. Juga semakin banyak institusi dan perusahaan yang memberikan alokasi khusus bagi penduduk lokal dan wanita untuk berkarir.
Perhatian bagi kaum lemah, seperti para lansia, juga terlihat dari potongan khusus di layanan transportasi umum, tempat duduk khusus, dan prioritas khusus untuk akses medis (Medicare, sama dengan BPJS di Indonesia). Tidak heran bagaimana keberagaman bisa dijaga dengan baik, dan tiap individu dapat merasakan kehidupan yang layak dan sama tanpa dipengaruhi perbedaan latar belakang mereka.
Menghadapi Perbedaan dalam Keragaman
Semakin saya melihat banyak perbedaan, semakin saya dapati sikap saling menghormati yang makin tinggi pula. Karena tingkat imigrasi yang tinggi, saya melihat cukup sering kegiatan-kegiatan kultural yang diadakan oleh etnis tertentu di tempat umum. Saya melihat pentas budaya dan bazar dari komunitas Indonesia dan India diadakan di taman kota, dan bagaimana antusias dan rasa ingin tahu dari etnis lain dan penduduk lokal terlihat nyata melalui partisipasi mereka di acara tersebut. Pemerintah kota pun turut mendukung dan memfasilitasi acara tersebut, serta memberikan penjagaan bagi mereka.
Di kesempatan lain, saya juga lihat bagaimana tiap individu boleh menyampaikan perbedaan pendapat yang dinyatakan dalam wadah yang tepat sambil menghargai kepetingan org lain. Saya sempat melihat aksi protes di sebuah balai kota, tetapi semua dilaksanakan dalam ketertiban dan tanggung jawab bersama sehingga saya tidak melihat aksi kekerasan di dalamnya. Aksi demonstrasi dilakukan dalam wadah yg benar dan didampingi aparat keamanan. Semua pendapat dikelola dengan baik, tanpa menimbulkan kerusakan dan kerugiaan bagi pihak lain.
Mensinergikan Perbedaan
Indonesia memiliki beberapa kesamaan dengan Australia dalam hal keragaman etnis, bahasa, dan budaya. Perbedaan bukanlah untuk direduksi atau dieliminasi, namun perlu dikelola dan disinergikan sambil meningkatkan sikap saling menghargai dan toleransi akan perbedaan itu. Mengelola perbedaan dengan baik akan menciptakan kekuatan bangsa yang makin besar, dan daya saing bangsa untuk menghadapi tantangan ke depan, bukan makin terpecah.
Menjaga keharmonisan dalam keragaman bukanlah hal yang mudah dicapai, itu membutuhkan proses yang panjang dan usaha yang kontinu dari setiap pihak. Dalam proses ini, setiap pihak perlu memiliki keterbukaan wawasan dan kebesaran hati untuk menghargai setiap perbedaan.

