Oleh Nur Ainy, S.Pd
Sekretaris Forpelita Jawa Timur
Perempuan sangat dekat dengan kehidupan sosial baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Peristiwa dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat pada umumnya lebih cepat dirasakan oleh perempuan. Hal ini menjadi kekuatan bagi perempuan berpeluang untuk berkontribusi dalam memahami isu yang sedang berkembang di masyarakat. Selain itu, juga bisa berperan untuk mengawal isu-isu baru yang perlu diketahui oleh khalayak salah satunya adalah tentang moderasi beragama.
Melihat peran strategis perempuan tersebut, maka FKUB Jawa Timur merasa perlu untuk menginisiasi adanya forum perempuan yang berasal dari berbagai majelis agama. Forum ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan kehidupan beragama yang toleran dan harmonis. Untuk itulah kemudian dibentuk Forpelita (Forum Perempuan Lintas Agama). Forpelita periode awal ini beranggotakan 10 orang.
Pertemuan Forpelita edisi perdana dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2023. Agenda pertemuan adalah penyiapan instrumen organisasi, yaitu perumusan visi, misi, dan program kerja. Dari hasil koordinasi tersebut diperoleh rumusan Visi Forpelita: "Menjadi inisiator dan fasilitator dalam moderasi beragama". Untuk itu, akan dilakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan pemuka agama. Langkah ini penting supaya bisa melaksanakan visi mulia tersebut.
Langkah lain yang akan dilakukan adalah mengembangkan panduan moderasi beragama dan memelihara ekosistem kerukunan antar umat beragama. Salah satu agendanya adalah dengan mengefektifkan Forpelita sebagai wadah komunikasi dan silaturahim perempuan lintas agama. Langkah selanjutnya yang penting dilakukan adalah melaksanakan audiensi dengan Bakesbangpol Jawa Timur pada 16 Januari 2023. Audiensi bertujuan untuk perkenalan sekaligus berkonsultasi terkait kedudukan Forpelita secara legalitas kelembagaan.
Pada pertemuan tersebut juga dipaparkan tentang visi, misi, dan program kerja Forpelita oleh Dr. Udji Asiyah, M,Si selaku Ketua Forpelita. Kepala Bakesbangpol, Eddy Supriyanto, S.STP. M. PSDM sangat mendukung berdirinya Forpelita dan menandaskan kembali tentang peran penting perempuan dalam mengawal moderasi beragama di Jawa Timur. Beliau menyampaikan beragam peristiwa radikalisme yang terjadi di masyarakat yang membutuhkan peran serta perempuan untuk mengantisipasi hal tersebut.
Sebagai tindak lanjut audiensi, maka dilaksanakan kegiatan Training of Trainers (ToT) Moderasi beragama untuk peningkatan kapasitas perempuan Kader Perempuan Lintas Agama. ToT dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2023. Kegiatan diikuti oleh seluruh anggota Forpelita Jatim di Hotel Swiss Bellin Sidoarjo dari pagi hingga menjelang sore. Pengayaan materi tentang moderasi beragama disampaikan oleh ketua FKUB Jatim Drs. H. A. Hamid Syarif, MH. Dalam pemaparannya disampaikan tentang pengertian moderasi, perspektif yuridis, sosio-antropologis dan teologis dari masing-masing agama.
Selain itu juga dijabarkan tentang penyebab orang berfikir dan berperilaku radikal dalam beragama sehingga menjadi intoleran dengan pemeluk agama lain. Materi selanjutnya tentang implementasi moderasi beragama yang bisa dilakukan oleh perempuan dalam berbagai lingkungan:
Dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
Mensosialisasikannya dalam rumah ibadah.
Mengintegrasikan dalam pendidikan formal.
Memasyarakatkan dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Materi tersebut disampaikan oleh Ketua Forpelita dan diakhiri dengan diskusi yang sangat dinamis. Tokoh perempuan yang sekaligus anggota dari Majelis Agama Islam, Ummu Sulaim, menyampaikan tentang potensi penyimpangan yang mudah dilakukan oleh kaum mayoritas. Indonesia sebagai negara dengan pemeluk agama Islam terbanyak, maka oleh karena itu umat Muslim juga mempunyai peluang lebih besar untuk melakukan penyimpangan tersebut. Pun demikian dengan negara lain yang mempunyai penganut mayoritas pemeluk agama lain. Sementara itu Julyati Wibowo dari Majelis Agama Budha menyampaikan permasalahan moderasi beragama bisa juga terjadi dalam internal pemeluk agama tertentu. Itu karena masing-masing kelompok mempunyai pemahaman yang berbeda.
Permasalahan terjadi bukan karena soal pemahaman yang berbeda, namun adanya kecenderungan untuk menyalahkan kelompok lain yang berbeda. Peserta ToT, Js. The Siu Lian, menanggapi perihal yang disampaikan Julyati Wibowo. Ia menyampaikan fenomena tentang perbedaan pemahaman dari pemeluk agama Islam yang tinggal di kawasan tempat tinggalnya. Hal tersebut menimbulkan ketegangan dalam anggota keluarga.
Pemahaman anggota Forpelita Jatim semakin komprehensif tentang moderasi beragama setelah menghadiri kegiatan Penguatan Kerukunan Umat Beragama yang dilaksanakan Bakesbangpol Jatim pada 26-27 Juni 2023 di kota Malang. Dalam forum tersebut disampaikan tentang arah dan kebijakan Kementerian Agama tentang tatacara pendirian rumah ibadah serta materi Strategi mengembangkan sikap moderasi beragama pada masyarakat yang pluralistik.
| Sosialisasi Moderasi Beragama Perempuan Lintas Agama Jawa Timur 2023 |
Pada bulan Juli 2023 FKUB Jatim menerjunkan anggota Forpelita untuk melakukan sosialisasi moderasi beragama khusus bagi perempuan lintas budaya dan agama. Acara ini diselenggarakan secara bertahap di lima Bakorwil yang ada di Jatim. Tim yang terlibat kegiatan ini terdiri dari tokoh perempuan berbagai majelis lintas agama. Semoga acara-acara seperti ini terus disemai untuk mewujudkan kehidupan umat beragama yang toleran dan saling menghargai.

