Selamat Datang di Website resmi Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Timur

Bijak Bermedia Sosial

Oleh Ainul Yaqin, M.Si, Apt

Bidang Pemberdayaan FKUB Jawa Timur


Perkembangan media sosial yang begitu pesat bila dimaknai dari sudut pandang keyakinan agama sesungguhnya adalah anugerah dari Allah untuk manusia di era kontemporer ini. Betapa tidak, ada banyak manfaat dan kemudahan yang didapat dengan adanya media sosial ini yang tidak dirasakan oleh generasi-generasi sebelumnya. Bahkan, hal itu tidak terpikirkan oleh mereka ketika itu. Walaupun tentu di tiap-tiap masa ada karunia Allah yang diturunkan pada manusia seiring dengan perkembangan zamannya.

Kehadiran media sosial yang merupakan produk kemajuan teknologi merupakan nikmat yang patut disyukuri bukan dikufuri. Menyukuri artinya menggunakan media sosial untuk hal-hal yang baik. Sebaliknya, mengufuri artinya memanfaatkan untuk hal yang tidak baik. Dengan menyyukuri akan menambah keberkahannya. Sebaliknya, jika dikufuri akan menghasilkan bencana. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an: "(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras" (QS. Ibrahim: 7).

Media sosial telah memudahkan manusia dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi. Peristiwa-peristiwa di berbagai penjuru dengan sekejap informasinya bisa diperoleh. Setiap orang pun bisa berperan sebagai penerima berita sekaligus penyampai berita. Dengan media sosial orang bisa meningkatkan keakraban dan menyambung tali silaturrahim, meskipun pada posisi yang berjauhan.

Komunikasi jarak jauh di era saat ini bisa dilakukan dengan lebih mudah, cepat dan murah. Dulu orang mengirim surat melalui perantara burung merpati, lalu berkembang melalui layanan pos, telegram, kemudian faximail. Saat ini dengan email, bahkan dengan media seperti WhatsApp, dokumen setebal buku pun bisa dikirim dalam sekejap bisa sampai pada penerimanya yang berada di tempat jauh.

Ketika ditemukan teknologi telepon, orang bisa berbicara jarak jauh secara langsung, namun hanya bisa mendengar suara. Biayanya pun relatif mahal. Dengan teknologi video call, saat ini bisa dilakukan pembicaraan jarak jauh dengan menampakkan wajah masing-masing. Biayanya pun relatif murah. Saat ini pun rapat, kuliah, pengajian dan pertemuan lainnya bisa dilakukan jarak jauh dengan sistem online.

Karena itu seseorang dalam sehari bisa mengikuti rapat berkali-kali dengan berbagai instansi yang lokasinya bahkan di lintas negar. Semua dapat dilakukan dengan hanya duduk saja di rumah atau di dalama kendaraan. Sehingga mulai berkembang perguruan tinggi yang menggunakan sistem online untuk perkuliahannya. Perkembangan media juga melahirkan model bisnis online yang lebih praktis dan efektif.

Dengan adanya model bisnis online, orang bisa memesan barang dari manapun termasuk dari luar negeri yang secara cepat dan reatif murah barang bisa diperoleh. Layaknya sebuat alat, jika digunakan untuk hal yang baik akan memberikan kebaikan, namun jika digunakan untuk hal yang buruk akan membawa pada keburukan. Bak pisau yang tajam, jika untuk mengupas buah akan memberikan manfaat yang baik. Sebaliknya jika digunakan untuk menikam, bisa membawa pada bencana. Itu pulalah media sosial.

Selain manfaat dan kebaikan sebagaimana contoh di atas, era media sosial memperlihatkan fenomena paradoks. Adanya keterbukaan informasi dan derasnya arus informasi tidak menjamin orang mengerti dengan informasi yang ada. Karena bisa jadi meskipun informasi berseliweran namun satu sama lain mungkin isinya bisa bertubrukan. Hal ini karena di antara informasi-informasi yang beredar ada yang benar, namun terdapat pula informasi palsu atau orang sering menyebut dengan hoax.

Padahal hakekat informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian, menghasilkan pengetahuan, mempengaruhi sikap, dan perilaku. Namun informasi yang bercampur hoax justru menyebabkan ketidakpastian. Orang membuat hoax, bisa jadi hanya iseng tapi bisa jadi punyai niat yang tidak baik.

Selain adanya informasi hoax, era keterbukaan informasi juga bisa dimanfaatkan orang untuk menyebarkan konten negatif, seperti pornografi, konten yang berisi hasutan untuk mengobarkan permusuhan, konten berisi fitnah, konten gosip yang membongkar aib seseorang, konten untuk mempromosikan produk-produk terlarang, dan sebagainya.

Melihat bahwa era media saat ini mempunyai sisi positif dan negatif, menuntut insan beragama untuk menyadari permasalahan ini, sehingga bisa tepat dalam menyikapi dan menggunakannya. Dengan menyadari terhadap permasalahan ini akan bisa dihindari hal-hal yang buruk. Sebab banyak orang yang oleh karena kurang menyadari terhadap permasalahan ini, lalu secara tidak sadar ikut menyebarkan berita bohong sehingga tidak sadar yang diperbuat adalah hal buruk.

Berpijak pada Agama

Sehubungan dengan itu, pada dasarnya nilai ajaran agama telah memberikan dasar-dasar yang bisa dijadikan pedoman. Misalnya saja, di dalam ajaran Islam ada kaidah fiqih yang menyampaikan: "mencegah keburukan harus dipertimbangkan lebih dulu dari mengambil kemaslahatan". Nabi Muhammad Saw pun bersabda: "Cukuplah seseorang (dianggap) berdusta jika ia menceritakan semua yang ia dengar" (Hadits Riwayat Muslim). Kaidah fiqih dan hadits yang disampaikan oleh Nabi ini menjadi norma dalam menerima dan meneruskan informasi.

Berpijak pada hal di atas kata kuncinya adalah bijak dalam bermedia sosial. Bermedia yang bijak artinya mengambil sisi positif dan menekan sisi negatif. Praktisnya diimplementasikan dalam sikap perilaku antara lain: menggunakan media sebagai sarana menumbuhkan persaudaraan, saling menasehati, serta mengajak pada kebaikan, dan mencegah dari kemunkaran.

Kemudian, cermat dalam menerima informasi dengan mencerna dan menelaah kebenarannya. Tidak langsung menyebarkan terhadap informasi yang diterima sebelum diverifikasi. Sebelum menyebar informasi seyogyanya menimbang maslahat dan mafsadahnya. Serta tak sepatutnya ikut menjadi bagian penyediaan konten atau informasi yang berisi hoax, aib, ujaran kebencian, gosip, dan hal-hal lain sejenis. Apa lagi tujuannya hanya sekedar untuk meraup untung sesaat.



Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...