Selamat Datang di Website resmi Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Timur

Kerjasama Kemanusiaan Muhammadiyah-RRT

Oleh Tahmid Masyhudi

Sekretaris FKUB Jawa Timur

    Delegasi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menghadiri undangan Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk berkunjung ke Provinsi Xinjiang, Tiongkok. Hadir dalam rombongan tersebut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti, Ketua PP Muhammadiyah Saad Ibrahim, Ketua Umum PP 'Aisyiyah Salmah Orbayinah, Ir Tamhid Masyhudi, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM Jawa Timur), dan rombongan lainnya. Total delegasi berjumlah 17 orang dan dipimpin langsung Prof Abdul Mu'ti.

    Anggota delegasi lainnya adalah Fathurrahman Kamal (PP Muhammadiyah); Latifah Iskandar, Atiyatul Ulya Kholil, Evi Sofia Inayati (PP Aisyiyah); Dodok Sartono (PWM Jateng); Turhaerudin (PWM Banten); Hasyimsyah Nasution (PWM Sumatera Utara); Ikhsanudin (PWM Kalimantan Barat); Palahuddin Zainudin Saleh (PWM Nusa Tenggara Barat); Zainur Wula (Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang NTT); Saiful Yahya Deni (Rektor Universitas Muhammadiyah Ternate Maluku Utara); Syafri Esa Nugraha (jurnalis TVMu); dan Mohamad Ali Imron (staf Sekretariat PPMuhammadiyah di Jakarta).

    Beberapa tempat yang menjadi destinasi untuk dikunjungi adalah Musium Anti Terorisme dan Deradikalisasi, Pusat Studi Islam, Pusat Teknologi dan Sains dan tempat bersejarah serta etnic culture, Great Wall, Diaoyutai Istana Negara di Beijing, Pusat Industri Strategis Huawei R&D, dan Industri Pesawat Terbang di Shanghai. Selain untuk menjalin hubungan Indonesia dengan RRT, kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Muhammadiyah menjalin kerja sama, khususnya budaya, pendidikan dan kesehatan, serta kemanusiaan.

Hubungan Muhammadiyah-RRT

    Tak hanya untuk memenuhi undangan ke Tiongkok, kunjungan PP Muhammadiyah ini juga sekaligus sebagai perwujudan hubungan antara RRT dengan Indonesia. Diundang secara langsung oleh Kedutaan Besar RRT, Muhammadiyah membawa misi dakwah untuk belajar dari negara Republik Rakyat Tiongkok, atas kemajuan yang telah dicapai khususnya dalam mengelola dan membangun kemajuan Tiongkok. Tiba di Xinjiang para delegasi PP Muhammadiyah disambut oleh Pejabat Departemen Front Persatuan Daerah Otonom Uyghur, Xinjiang, yakni Elijan Anayat.

    “Atas nama pemerintah dan warga Xinjiang mengucapkan selamat datang,” kata Elijan. Elijan juga menambahkan, hubungan Tiongkok dengan Indonesia telah menjalin persahabatan yang sangat panjang dalam sejarah dan saling mendukung. “Dengan kunjungan kali ini para delegasi Indonesia menjadi lebih mengenalkan dan merasakan bagaimana kondisi dan perkembangan sosial budaya, dan pertumbuhan ekonomi Masyarakat Uyghur di Xinjiang, serta memperkenalkan kota ini secara komperhensif kepada masyarakat dunia,” terangnya.

    Ketua delegasi PP Muhammadiyah Prof. Abdul Mu'ti bertemu dengan para pejabat pemerintah Tiongkok dan tokoh-tokoh masyarakat Muslim di negeri tirai bambu tersebut. Dalam kunjungan ke Tiongkok selama delapan hari (7-14 Juni 2024) delegasi PP Muhammadiyah menjalankan banyak kegiatan. Di antaranya adalah pertemuan-pertemuan dengan Otoritas Wilayah Otonomi Xinjiang, para pemuka agama Islam Xinjiang, dan Kepala Administrasi Agama-Agama Republik Rakyat Tiongkok di Beijing.

    Kesiapan kerjasama kedua belah pihak terutama dibicarakan secara resmi pada pertemuan delegasi PPMuhammadiyah dengan para pejabat tinggi Wilayah Otonomi Xinjiang. Pihak Xinjiang dalam pertemuan itu dipimpin langsung oleh Ilzat Ahmatjan. Ilzat juga memiliki posisi penting sebagai Member of Standing Committee dan Kepala the United Front Work Department, CPC Xinjiang Uyghur Autonomous Regional Committee. Pembicaraan tersebut diadakan di Kunlun Hotel, Urumqi pada 8 Juni 2024 sore menjelang malam di Kota Urumqi, Wilayah Otonomi Xinjiang.

Beberapa Destinasi 

    Rombongan delegasi Muhammadiyah mengunjungi Institut Agama Islam yang ada di Xinjiang. Rombongan didampingi oleh Elijan Anayat, Deputi Direktur Jenderal the United Front Work Department of CPC Xinjiang Uyghur Autonomous Regional Committee. Delegasi Muhammadiyah mendapat penjelasan mengenai Pendidikan Tinggi Agama Islam dari Rektor yang bernama Syaikh Abdurraqib Sinni, bahwa pembelajaran dikampus adalah pendalaman al Quran, Tafsir, ilmu Hadits dan tentu Bahasa Arab. 

    Rombongan berkesempatan melihat proses belajar mengajar di kampus, juga berkesempatan melihat perpustakaan dengan sejumlah kitab Al-Qur'an dan Tafsirnya bertuliskan Arab dan mandarin sebagai buku teks yang wajib dipelajari, dan sarana e-library yang lengkap dengan digitalisasi e-book tentu sarana komputer dan tab yang sangat memadai. Dengan jumlah mahasiswa 1000 orang yang semuanya diasramakan dalam kampus dan biaya disubsidi pemerintah Tiongkok. Abdurraqib juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Muslim Xinjiang dan Wakil Ketua Asosiasi Muslim Tiongkok.

Pada jamuan makan oleh Ketua Otorita Provinsi Xinjiang Ilzat Ahmatjan menyampaikan pentingnya hubungan Indonesia dan Tiongkok, khususnya Muhammadiyah. Sebagai organisasi besar di Indonesia Muhammadiyah bisa menyampaikan perkembangan Tiongkok setelah melihat langsung budaya, sosial dan perekonomian Uyghur yang ada di Xinjiang. Dalam pembicaran Prof Abdul Mukti menawarkan beasiswa bagi mahasiswa Tiongkok yang ingin memperdalam bidang agama dan sosial humaniora di 172 perguruan tinggi Muhammadiyah.

Lawatan diakhiri mengunjungi dua masjid di Kota Urumqi, yaitu masjid di kampus dan satu masjid tua di tengah kota lama bernama Masjid Baida. Dilanjutkan ke international grand bazar di tengah pasar yang ramai, di provinsi Xinjiang. Pemerintah Tiongkok tetap mempertahankan budaya lokal, misalnya penggunaan huruf Arab berdampingan dengan tulisan huruf Mandarin di setiap tulisan kantor, pasar, hotel dan bandara.

Pada hari ketiga rombongan meninggalkan Diwopu Airport kota Urumqu naik pesawat mengunjungi kota Yining. Setelah itu, rombongan menuju Tianshan Mountain Huahai Scenic, yaitu kawasan pegunungan dan gurun dengan luas ribuan hektar yang disulap pemerintah Tiongkok menjadi industri pertanian dan Perkebunan. Tempat ini banyak didatangi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengelilingi industri kebun bunga lavender dan bunga batu serta kebun apricot. Di tempat ini sistim budidaya sudah menggunakan teknologi modern.

Di kota Yining rombongan mengunjungi pusat budaya Kazangi. Yakni, tempat yang mewakili budaya adat Hui dan Uyghur. Rombongan disambut tarian khas Uyghur dan musikalisasi lagu-lagu klasik akordion. Di sini berdiri musium yang memiliki berbagai macam jenis akordion dan dimainkan sangat apik. Kunjungan ke kota Yinning diakhiri mengunjungi masjid tertua, yakni masjid Shaanxi.

Mengunjungi Kasghar Xinjiang 

Agenda kunjungan delegasi Muhammadiyah berlanjut ke kota Kashgar Xinjiang, Senin (10/6). Kembali terbang pukul 11:40 dan tiba pukul 14:40 di Bandara Kashgar Laining. Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Institut Teknik Vokasi yang melatih para siswa dengan keterampilan vokasi sesuai minat dan bakat. Sekolah ini menyediakan laboratorium modern. Lulusan diproyeksikan menjadi tenaga kerja perusahaan yang ada di Kashgar. 


Selanjutnya, rombongan mengunjungi Masjid Id Kah. Ini adalah masjid tua Kashgar, memiliki lua s 16.000 m2. Halaman masjid disertai taman sangat luas. Bisa menampun jamaah salat Jumat sekitar 900 orang. Saat hari raya bisa menampung sampai 4000 orang di halaman masjid. Kehadiran rombongan disambut pengurus masjid dan diajak melihat fasilitas masjid. Memasuki waktu shalat Ashar, seruan muadzin berkumandang adzan tanpa pengeras suara. Rombongan mengikuti shalat berjamaah. Kashgar adalah kota ujung barat laut Tiongkok berbatasan dengan negara Kirgistan. Dalam bulan Juni, waktu siang lebih lama dibandingkan malam sehingga jadwal shalat Maghrib pukul 22.00, isyak 00,22 dan subuh 02.30. Sebagian rombongan berkelakar, bagaimana kalau puasa, bisa 20 jam menahan lapar.

Kunjungan terakhir di Xinjiang, kota tua Kasghar. Pemerintah Tiongkok sangat perhatian menjaga tradisi budaya lokal Uyghur dengan mendirikan Folk Musical Ethnic Village. Di tempat ini melihat langsung para pengrajin membuat alat musik tradisional gambus, guitar, rawab panjang, mandolin, dan biola. Rombongan disambut para penari etnik Uyghur yang sangat eksotik. Bukan hanya pemainnya yang cantik, dentingan suara mandolin rawap panjang sungguh menawan. Tarian khasnya juga menambah daya tarik destinasi wisata. Selain menjadi wisata religi, kota ini juga merupakan wisata alam karena alamnya memiliki pesona tersendiri.

Sebagai destinasi wisata religi, kota ini memiliki jejak-jejak peradaban Islam. Masjid di kota ini menjadi pesantren para ulama besar yang menyebarkan Islam di daratan Tiongkok. Masjid dibangun pada 1442 dan menjadi pusat aktivitas umat Islam daerah ini. Nuansa budaya masih sangat lekat. Di Xinjiang kota Kasghar, Yinning, Urumqi tertulisan huruf Arab dan huruf mandarin yang selalu disandingkan.

Mengikuti Dialog Keagamaan 

Rombongan delegasi Muhammadiyah melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Urusan Agama Tiongkok. Diterima langsung Direktorat Jenderal Urusan Agama, Wo Gousheng yang didampingi staffnya. Dalam kunjungan ini membahas kerjasama Muhammadiyah dan Tiongkok. Kedatangan ke Tiongkok memang memiliki misi menjalin kerjasama berkelanjutan. Muhammadiyah menawarkan beasiswa bagi mahasiswa Tiongkok yang akan memperdalam keahlian bidang ilmu agama. Muhammadiyah mengajak Direktorat Jenderal Urusan Agama ikut dalam dialog keagamaan yang dilakukan Muhammadiyah maupun sebaliknya.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Diaoyutai, yaitu wisma tamu negara. Komplek wisma tamu negara sangat bersejarah di Beijing. Tempat penting bagi para pemimpin Tiongkok untuk menerima tamu negara. Wisma negara ini terletak di kawasan pemandangan Diaoyutai kuno di luar Fuchengmen di pinggiran barat Beijing. Dengan panjang sekitar satu kilometer dari utara ke selatan dan lebar sekitar 0,5 kilometer dari timur ke barat, seluas total 420.000 meter persegi. Wisma ini memiliki lebih dari selusin bangunan. Lingkungan di Diaoyutai State Guesthouse elegan dan damai, dengan air hijau, bunga merah, dan jembatan batu antara gedung dan Menara. Perpaduan sempurna antara gaya arsitektur Tiongkok klasik dan arsitektur modern.

Undangan Wakil Menteri Luar Negeri RRT

Delega si Muhammadiyah dalam kunjungan ke Tiongkok berkesempatan memenuhi undangan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, Mr. Chen Xiaodong di Beijing. Beliau menyambut baik kunjungan ke Tiongkok. Apalagi hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah yang Panjang. Karena itu perlu ditingkatkan untuk mengenal lebih dekat budaya, sosial dan perkembangan Tiongkok. 



Ketua delegasi Muhammadiyah Prof Abdul Mu'thi menyampaikan apresiasi terhadap langkah Tiongkok dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Langkah Tiongkok sama seperti Muhammadiyah dan bangsa Indonesia yang mendukung kedaulatan Palestina. Selain itu, Abdul Mu'thi menyampaikan pentingnya kerjasama Muhammadyah dengan pemerintah Tiongkok. Itu karena Muhammadiyah sangat fokus pada bidang pendidikan, Kesehatan, serta kemanusiaan untuk memajukan bangsa dan mencerahkan semesta.

Sementara itu, Chen Xiaodong menyebutkan Tiongkok sendiri melihat beberapa negara tidak menunjukkan sikap baik terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) seperti yang dilakukan Amerika Serikat. "Kami terus mendorong masalah Palestina agar cepat terselelesaikan. Bahkan, kita berencana mengadakan dialog dengan tokoh agama di Beijing," ungkapnya. Selain itu, Chen Xiaodong berharap dari pertemuan ini Muhammadiyah dan Tiongkok bisa terjalin kerja sama yang semakin erat dan bisa menjadi jembatan hubungan Indonesia dengan Tiongkok. "Tiongkok dan Indonesia memiliki pertukaran di bidang agama dan kebudayaan. Karena itu dari pertemuan dengan Muhammadiyah ini, Tiongkok bersedia melakukan kerja sama seperti pertukaran pelajar dan beasiswa, memiliki hubungan bilateral dalam hal perdamaian," ujarnya.





Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...