Selamat Datang di Website resmi Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Timur

Pemilu Damai Tanpa Hoax

Oleh Ongky Setio Kuncono

Bidang Pemeliharaan FKUB Jawa Timur 

Dalam menghadapi pemilihan umum kepala daerah pada 27 November 2024 mendatang hal yang paling dikhawatirkan adalah adanya hasutan dan berita hoax yang bisa menjadi pemecahan dan permusuhan berkepanjangan. Untuk menanggulangi hal di atas tentunya hal yang paling utama jangan membuat berita yang hoax, menyebarkan isu yang tidak bertanggung jawab. Pemilu adalah pesta demokrasi yang harus dijalani secara damai dan dilaksanakan secara kebahagiaan.

Senada dengan yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau kepada masyarakat Indonesia, khususnya para pemilih pada Pemilu Damai 2024 agar menjadi pemilih cerdas dengan tidak termakan informasi hoaks apalagi turut menyebarkan berita-berita hoaks atau konten negatif lainnya. Pada 2024 ini kita telah menyelesaikan tahap pertama pemilu presiden dan wakil presiden dengan sukses meski disana sini masih banyak kelompok yang belum puas. Namun secara keseluruhan pemilu Presiden dan wakil presiden telah berjalan dengan baik.

Namun demikian hal ini bukan berarti kita terus mengumandangkan ajakan baik tentang pemilu damai. Bangsa Indonesia telah melaksanakan pesta demokrasi, yaitu Pemilu serentak pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) dan pemilihan umum legislatif (Pileg) untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota yang diselenggarakan pada 14 Februari 2024 dan pemilihan kepala dan wakil kepala daerah (pilkada) pada 27 November 2024. Pesta demokrasi ini menjadi kesempatan yang istimewa bagi bangsa dan negara Indonesia untuk mewujudkan kehidupan demokrasi yang berkualitas sehingga hasil yang positif selama lima tahun ke depan dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Untuk itulah dalam menyongsong pemilu damai harus diperhatikan makna dan tujuan pemilu. Pertama, Pemilu adalah pesta rakyat yang harus disambut dengan kegembiraan dimana pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Kearifan lokal yang kita miliki dan dijalani oleh anak-anak kita yang masih kecil pun dalam permainan catur, sepak bola, bulu tangkis bahkan bermain dakon pun telah mencerminkan sportivitas. Mereka biasa menerima kekalahan dan kemenangan. Edukasi sangat penting sebab tujuan pemilu untuk memilih pemimpin sebagai cara mencapai tujuan kemakmuran bersama. Jadi pemilu hanya alat dalam mencapai tujuan kemakmuran, bukan salah satunya yang paling utama. Untuk itu edukasi kepada semua komponen masyarakat untuk menjaga pemilu damai sangat penting.

Kedua, Pemilu adalah milik kita bersama. Karena itulah semua warga harus ikut menjaga agar tidak sampai gara-gara pemilu akan menjadikan runtuhnya sendi-sendi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Ketiga, Pemilu yang tertib dan berhasil dengan baik menjadi kebanggaan bangsa sebagai indikator kedewasaan berpikir dan berperilaku. Indikator ini jangan sampai memalukan bangsa Indonesia di mata dunia sehingga mencederai nama bangsa Indonesia. Apalagi semua komponen peserta pemilu sudah sepakat untuk menjadikan pemilu yang damai, maka kesepakatan itu harus dipegang teguh sebagai bagian dari upaya terbentuknya pesta demokrasi.

Pemilu saat sekarang menurut penilaian penulis bahwa idealisme kepartaian sudah mulai melemah sehingga yang terjadi adalah profil tokoh yang memiliki program kerja yang bagus dan diminati masyarakat. Mereka yang mampu memberikan hal terbaik sesuai perspektif masyarakat banyak, mereka itulah yang dipilih. Sehingga dengan demikian figur tokoh akan lebih menonjol ketimbang figur partai. Sebagai warga negara yang baik atau menjadi umat agama yang memiliki tanggung jawab moral yakni menjaga kesatuan dan persatuan bangsa serta mementingkan kepentingan yang lebih besar, maka sudah selayaknya harus ikut ambil dalam proses terbentuknya pesta demokrasi yang lebih sejuk, damai dan menghasilkan demokrasi yang berkualitas.

Untuk itulah sudah saatnya tokoh agama menjadi panutan untuk membantu proses demokrasi ini dengan seadil-adilnya. Dalam rangka ini, maka diupayakan tempat ibadah, rumah sakit, atau fasilitas umum tetap dijadikan tempat netral yang tidak menjadi salah satu kekuatan untuk mendukung salah satu calon. Dengan model seperti inilah yang akan meningkatkan kualitas pesta demokrasi sebagai bagian dari mutu demokrasi itu sendiri. Mengingat mutu demokrasi yang baik secara langsung akan memperlancar upaya pemerintahan dalam membangun bangsa mencapai kemakmuran. Akhirnya, semoga dengan seruan pemilu damai akan menjadi corong yang efektif dalam memerangi berita hoax yang sengaja dihembuskan oleh pemuda Khonghucu. Shanzai.

Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...