Selamat Datang di Website resmi Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Timur

TETAP GUYUB RUKUN JELANG PILKADA SERENTAK

Oleh A Hamid Syarif 

Ketua FKUB Jawa Timur

Secara nasional pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak akan diselenggarakan pada 27 November 2024. Untuk provinsi Jawa Timur, pilkada serentak diselenggarakan untuk memilih bupati/wakil bupati/walikota-wakil walikota (38 kabupaten/kota) dan gubernur-wakil gubernur. Dalam setiap pesta demokrasi untuk memilih pemimpin apa pun levelnya seringkali menghadirkan suasana panas, penuh persaingan, konflik elit, gesekan di akar rumput, bahkan saling serang.

Kondisi tersebut terjadi karena adanya kontestasi yang tidak terkontrol antar calon kepala daerah, tim sukses, dan pendukung. Masing-masing pihak melakukan tindakan tersebut karena adanya konflik kepentingan politik. Pada konteks itulah semua elemen masyarakat penting menghadirkan suasana yang teduh dan damai. Dalam bahasa Suroboyoan, pilkada serentak harus disambut dengan guyub rukun dan bahagia. Elit politik yang berkontestasi dan masyarakat yang akan memilih tetap menunjukkan persaudaraan.

Persaingan antar calon kepala daerah dan tim suksesnya dalam rangka memperebutkan suara pemilih tidak boleh mengorbankan keharmonisan sosial yang selama ini sudah terjaga dengan baik. Untuk itulah setiap calon yang berkontestasi memiliki tanggung jawab untuk mendidik pemilih. Masyarakat penting dididik untuk menjadi pemilih yang dewasa, cerdas, dan bertanggung jawab. Jika semua pihak yang berkepentingan tidak dewasa, maka pilkada serentak akan diwarnai kegaduhan. Kondisi akan lebih parah jika kegaduhan itu melibatkan masyarakat di akar rumput.

Pilkada serentak merupakan momentum untuk memilih pemimpin yang diyakini dapat membawa daerah masing-masing menjadi lebih baik dalam lima tahun ke depan. Untuk itulah para pemilih harus menyadari betapa bermaknanya suara yang diberikan dalam pilkada. Setiap suara memiliki makna dalam menentukan siapa pemimpin yang terpilih. Pemimpin yang terpilih itulah yang akan menentukan arah pembangunan masyarakat di daerah. Disinilah para pemilih penting melihat integritas, rekam jejak, dan kapasitas setiap calon yang maju dalam pilkada serentak.

Sebagai bagian dari pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), masing-masing kita juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan suasana yang guyub rukun dalam pilkada serentak. Kita yang berhimpun di masing-masing Majelis Agama berkewajiban untuk mendidik umat. Mereka penting dididik untuk menjadi pemilih yang rasional dan bertanggung jawab. Kita juga penting terlibat dalam gerakan untuk mewujudkan pilkada serentak yang jujur, adil, aman, dan jauh dari kegaduhan. Kesadaran ini penting karena potensi kegaduhan dalam setiap pilkada selalu ada. Apalagi jika sudah terjadi gesekan antar calon, elit politik, dan pendukung.

Satu lagi yang juga sangat penting, sebagai pengurus FKUB, pimpinan Majelis Agama, dan aktivis ormas keagamaan kita harus memastikan bahwa rumah ibadah terbebas dari aktivitas politik. Hal ini penting karena rumah ibadah potensial menjadi tempat kampanye politik antar calon yang akan berkontestasi dalam pilkada serentak. Pengurus rumah ibadah, imam, dan juru dakwah penting menyadari hal ini. Jika rumah ibadah sudah dimasuki kegiatan-kegiatan untuk kepentingan politik calon tertentu, maka kegaduhan yang ditimbulkan akan sangat sulit dihindari. Akhirnya, marilah kita sambut pilkada serentak di Jawa Timur dengan semangat persaudaraan. Semoga pengurus FKUB di setiap tingkatan dapat berkontribusi positif dalam mewujudkan pilkada serentak yang guyub rukun.

Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...