Selamat Datang di Website resmi Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Timur

Pengembangan Ekonomi Kreatif FKUB Provinsi Jawa Timur

Nurul Lathifah, S.A. M.A

Bendahara FKUB JATIM

Dr. Udji Aisyah, M.Si

Bidang Pemberdayaan FKUB JATIM 

Penyebaran virus corona (Covid-19) memberikan dampak terhadap perekonomian di berbagai negara. Akibat pandemi Covid-19 banyak negara yang mengalami kemerosotan perekonomian, salah satunya adalah Indonesia. Kemerosotan tersebut ditandai dengan persoalan kemiskinan yang beragam (Muller, 2015; Sawitri, 2020; Zulfa et al, 2020). Permasalahan kemiskinan pada masa pandemi Covid-19 adalah bagian dari persoalan multidimensi yang korbannya bukan hanya Indonesia melainkan semua negara di belahan dunia. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan sektor ekonomi tidak berjalan sebagaimana mestinya yang disebabkan oleh keterbatasan pergerakan manusia sebagai makhluk ekonomi di mana keterbatasan ditimbulkan oleh wabah Covid-19 (Komala et al, 2020).

Usaha mengatasi permasalahan sosial dengan menggunakan pendekatan entrepreneurship menjadi sebuah solusi yang efektif dalam mengentas kemiskinan (Wuryandani, 2019), ditandai dengan bermacam bentuk kegiatan kewirausahaan sosial, seperti beberapa wilayah yang ada pada kota Surabaya meliputi kampung handicraft dibentuk oleh komunitas ibu-ibu yang terampil dalam membuat kerajinan. Sesuai pendekatan kewirausahaan yang telah dilakukan tersebut, terutama pada musim pandemi Covid-19 sangat membantu manambah penghasilan bagi warga masyarakat yang terdampak Covid-19. Socialpreneur adalah langkah terobosan yang memadukan spirit untuk tujuan sosial dengan keuletan dalam berinovasi serta menjalankan usaha (Bin Tahir, 2020).

Bill Drayton (pendiri Ashoka Foundation) dalam buku Wuryandani (2019) menjelaskan bahwa terdapat dua kunci kewirausahaan sosial di antaranya (1) adanya inovasi sosial yang mampu mengubah sistem pada masyarakat dan (2) hadirnya perseorangan yang bervisi, kreatif, berjiwa wirausaha (entrepreneurial) dan beretika yang berada di belakang gagasan inovatif tersebut.

Ketua FKUB Jatim, Hamid Syarif mengatakan pandemi Covid-19 melanda seluruh penjuru dunia. Menyebabkan perubahan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Seperti aspek perekonomian. Pemulihan ekonomi sangat diperlukan pemberdayaan perekonomian. Itu bertujuan agar potensi industri kembali meningkat. Sehingga roda perekonomian Jawa Timur kembali berputar sebagaimana mestinya.

Setiap pemberdayaan dalam bidang apapun, termasuk dalam sektor pemberdayaan ekonomi dan industri kreatif. Harus melalui tiga fase, pertama, fase inisiasi, yang berbentuk ide, gagasan dan semacamnya. Fase kedua, yakni tahapan yang melibatkan semua sasaran dalam fasilitas pelatihan dan pembinaan. Fase ini sangat membutuhkan edukasi yang berkesinambungan yang komperhensif. Yang terakhir, fase ketiga adalah emansipasi, tahap ini terbentuknya kemandirian dalam pelaksanaan industri dan ekonomi kreatif (nusadaily.com, 2020).

Hal seperti itu juga diutarakan Gubernur Jawa Timur dalam Silaturahim Nasional Organisasi Perempuan Keagamaan yang digelar di Kota Batu dengan tema Pemberdayaan Perempuan dalam Rangka Meningkatkan Potensi Industri dan Ekonomi Kreatif. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam forum ini menyampaikan, perempuan organisasi keagamaan merupakan kekuatan perempuan. Kekuatan untuk membangun solidaritas. Bahwa melalui aktifis keagamaan perempuan diharapkan ada keteduhan, kedamaian, solidaritas, dan persaudaraan. Sehingga kami menginginkan mereka semua dapat menjadi inisiator dan pelopor. Untuk membangun kekuatan ekonomi yang sebetulnya dimiliki oleh masing-masing organisasi perempuan keagamaan (nusadaily.com, 2020).

Kemampuan perempuan dalam menghasilkan pendapatan melalui kegiatan ekonomi produktif (berwirausaha) berdampak pada pendapatan keluarga mereka. Karena pendapatan keluarga tidak hanya bersumber dari pendapatan suami sebagai kepala keluarga, tetapi juga dari pendapatan perempuan ketika istri terlibat dalam kegiatan ekonomi. Semakin besar pendapatan istri berarti semakin besar pula kontribusinya terhadap pendapatan keluarga secara keseluruhan, yang pada gilirannya tidak hanya berdampak pada perbaikan kemampuan pemenuhan kebutuhan keluarga, tetapi juga punya peluang mengangkat taraf hidup keluarga sehingga keluar dari lingkaran kemiskinan (Seebens, 2009).

Upaya penurunan tingkat kemiskinan dapat dilakukan melalui kegiatan yang berorientasi pada peningkatan pendapatan perempuan (Khan, 2013). Sebelumnya penelitian Shin (2010) dengan unit analisis sejumlah negara Asia merekomendasikan bahwa peningkatan perempuan dalam ekonomi dapat dijadikan salah satu kebijakan strategis dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinan. Bukan hanya melalui keterlibatan dalam kegiatan ekonomi saja tetapi juga peran perempuan dalam mengurangi tingkat kemiskinan dapat diwujudkan melalui kemampuan mereka dalam mengatur keuangan rumah tangga (Adnan, 2020).

Sebagai tindak lanjut dari Silatnas tersebut, FKUB Jatim melakukan action riset dalam melakukan kegiatan ekonomi kreatif di Desa Beragam Agama di Jawa Timur sebagai wujud upaya peningkatan ekonomi di masa pandemik dengan mengedepankan kerukunan antar umat beragama. Program kampung Produktif merupakan action riset yang akan dilakukan FKUB di Desa Beragam Agama di Jawa Timur. Program Kampung Produktif bisa dilakukan melalui program pemerintah, kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga/organisasi perguruan tinggi, dan lain sebagainya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dengan pendekatan socialpreneur.

Setelah melakukan survei potensi kawasan/kampung/Desa kemudian dilakukan pelatihan socialpreneur yang sesuai dengan potensi yang ada di kampung tersebut. Pelatihan ini meliputi pemberian motivasi, penyuluhan kewirausahaan, melihat pangsa pasar, desain produk, branding produk, pelatihan pembuatan/pengolahan potensi (bisa pelatihan metode pemasaran berbasis teknologi. Dengan memberikan kegiatan pelatihan socialpreneur yang berfokus pada pemanfaatan potensi lokal menjadi produk yang bernilai lebih (ekonomis) sehingga tercipta Kampung Produktif. ocialpreneur menjadi sangat penting mengingat keuntungan yang diperoleh bukan hanya untuk kepentingan individu saja tetapi lebih ditujukan untuk kemakmuran masyarakat.

Dari hasil pelatihan tersebut terbentuk kelompok usaha ibu-ibu dalam menerapkan ilmu yang telah diberikan untuk memulai berwirausaha dalam meningkatkan perekonomian individu dan warga kampung/kawasan/desa dengan terus didampingi oleh pengelola program tersebut (baik pemerintah/lembaga/perguruan tinggi). Sehingga dengan adanya kelompok ibu-ibu wirausaha tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga di masa pandemi sehingga terbentuk Kampung Produktif Berdaya Ekonomi.

Gambar 1. Alur Program Kampung Produktif.

Survei Potensi Lokal/SDM -> Pelatihan socialpreneur (didampingi Pendampingan Berkelanjutan) -> Kelompok/individu yang berwirausaha -> Berdaya Ekonomi -> Kampung Produktif.


> Adapun kawasan/kampung/desa yang dijadikan pilot project adalah yang memiliki karakteristik dengan berbagai agama yang ada di dalamnya seperti Desa Wirotaman, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang (perbatasan Malang-Lumajang), merupakan desa yang dikenal memiliki tanah yang subur letaknya tidak jauh dari gunung tertinggi di pulau Jawa, yaitu Gunung Semeru. Sebagian besar masyarakat desa Wirotaman bekerja sebagai petani, hasil Bumi terbesar adalah Kopi, Pisang, Cengkih, Nilam (minyak nilam), dll. Pada sektor peternakan, produksi hewan ternak seperti kambing, sapi, lele, ayam, dll. Masyarakat desa tersebut menganut 4 agama, yaitu Islam, Hindu, Kristen, dan Katolik.

Selain itu, ada juga seperti Desa Pancasila, yaitu Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari, Kab. Jember. Desa 4 Agama (Islam, Hindu, Katolik, dan Kepercayaan Sapta Darma). Di desa ini dalam satu keluarga terdapat beberapa penganut agama yang berbeda-beda. Desa yang dijuluki Desa Pancasila ini letaknya sekitar 44 kilometer dari Stasiun Jember atau bisa ditempuh dalam 1 jam perjalanan dari Stasiun Jember. Jeruk siam merupakan komoditas unggulan dari petani desa Sukoreno.


Demikian pilot project ini diharapkan dengan mengutamakan kreativitas dan informasi saat membuka usaha, para wirausaha memiliki karakter mau berpikir kreatif dan memiliki daya kreasi dan inovasi sehingga menghasilkan produk unik dan inovatif.

Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...